Basoeki Abdullah
Mitra Seni dan Hiburan. Sumber Informasi Seni dan Hiburan Berbahasa Indonesia. GMT:2012-05-21 06:13:59.
Halaman ini berisi daftar gambar mengenai basoeki abdullah yang dikumpulkan dari berbagai sumber di internet, disediakan oleh Mitra Seni dan Hiburan dengan menggunakan teknologi Google Penelusuran Ubahsuaian. Kami persilakan anda untuk berkunjung pula ke halaman yang (mungkin) terkait dengan basoeki abdullah:
- Lukisan Basoeki Abdullah
- Lukisan Basuki Abdullah
- Pameran Lukisan Basoeki Abdullah
- Pameran Lukisan Basuki Abdullah
- Pelukis Indonesia
- Seniman Indonesia
Tentang Basoeki Abdullah

Masa muda
Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya Abdullah Surio Subroto yang juga seorang pelukis dan penari. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.Pendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo. Berkat bantuan Pastur Koch SJ, Basoeki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda, dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).Aktivitas


Kehidupan Pribadi
Basoeki Abdullah selain seorang pelukis juga pandai menari dan sering tampil dengan tarian wayang orang sebagai Rahwana atau Hanoman. Ia tidak hanya menguasai soal kewayangan, budaya Jawa di mana ia berasal tetapi juga menggemari komposisi-kompasisi Franz Schubert, Beethoven dan Paganini, dengan demikian wawasannya sebagai seniman luas dan tidak Jawasentris.Basoeki Abdullah menikah empat kali. Istri pertamanya Yoshepin (orang Belanda) tetapi kemudian berpisah, mempunyai anak bernama Saraswati. Kemudian menikah lagi dengan Maya Michel (berpisah) dan So Mwang Noi (bepisah pula). Terakhir menikah dengan Nataya Narerat sampai akhir hayatnya dan mempunyai anak Cicilia SidhawatiBasoeki Abdullah tewas dibunuh perampok di rumah kediamannya pada tanggal 5 November 1993. Jenasahnya dimakamkan di Desa Mlati, Sleman, Yogyakarta.[Sumber: Basoeki Abdullah di Wikipedia]Basoeki Abdullah di Mitrasites: Biografi Basoeki Abdullah - Berita Terbaru Basoeki Abdullah - Basoeki Abdullah di Media Massa - Lukisan Basoeki Abdullah - Pameran Lukisan Basoeki Abdullah.
Sumber Yang Direkomendasikan
Berikut ini beberapa sumber informasi yang terkait dengan basoeki abdullah. Informasi tersebut di seleksi secara hati-hati berdasarkan kriteria yang ketat:
- Basuki Abdullah :: Wikipedia Bahasa Indonesia
Basoeki Abdullah (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993 pada umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis Indonesia. Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis.
http://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Abdullah - Basoeki Abdullah - Bentara Budaya
Lahir tanggal 27 Januari 1915 di Solo, Jawa Tengah. Sejak usia sangat muda ia belajar melukis dari ayahnya, pelukis ternama, Abdullah Surio Subroto, salah seorang pelopor seni rupa modern Indonesia di awal abad ke-20.
http://www.bentarabudaya.com/seniman.php?g=B&lg=id&id=22 - Melacak Inspirasi Basoeki Abdullah - Tempointeraktif.Com
1 Jul 2009. Ia memang keturunan priyayi. Kakeknya tokoh pergerakan, Dr Wahidin Sudirohusodo. Ayahnya adalah Abdullah Surio Subroto, pelukis naturalis sekaligus penari. Dari ayahnya, ia mulai mengenal seni melukis. Sejak balita, Basoeki sudah mulai mencoreti kertas dan kanvas. Ibunya, Raden Ajeng Sukarsih, kerabat Kasunanan Solo.
http://www.tempointeraktif.com/hg/seni/2009/07/01/brk,20090701-184606,id.html
Maaf, untuk sementara waktu kami tidak melayani kiriman rekomendasi.
Video YouTube
Berikut ini 10 video dari YouTube yang terkait dengan istilah basoeki abdullah:
| A few Indonesian paintings we sold in the past. We are specialised in auctions with paintings from the former Dutch East-Indies. We are searching for artists like: Rudolf Bonnet, Lee Man Fong, Auke Sonnega, Willem Gerard Hofker, Le Mayeur de Merpres, Gerard Pieter Adolfs, Pieter Ouborg, Hal Wichers, Affandi, Hendra Gunawan, Isaac Israëls, Basoeki Abdullah, Antonio Maria Blanco, Raden Sarief Bustaman Saleh, Miguel Covarrubias, Willem Dooyewaard, Romualdo Locatelli, Theo Meier, Walter Spies, etc. | |
| www.we-painting.com This video is about exhibition of Oei Hong Djien Arts Museum, held on Jakarta, Indonesia, December 8-22, 2011. Oei Hong Djien is a great arts collector based in Magelang, Center of Java. His museum, Oei Hong Djien Arts Museum, was build in 1997 in Magelang, Center of Java. Until recently the museum has about 2000 art collections by Indonesian artists. In this exhibition there were 76 art works by Indonesian old master such as Affandi, Lee Man Fong, Hendra Gunawan, S Sudjojono, Basuki Abdullah, But Mochtar, Mochtar Apin, Itji Tarmizi, Dullah, and Emiria Soenassa. More information about Indonesian painting and this exhibition, please visit www.we-painting.com | |
| Arjuna was looking for love Arjuna was looking for love, The long-lost love from his heart, Arjuna who are experiencing falling in love, Hope that her love if known idol of the heart, Arjuna be imprisoned in love, Still only think of idol of the heart, Arjuna have the temptation of love, But true love is only for the idol of the heart, Arjuna only one to love, And it is only to idol of the heart, Arjuna just be patient waiting for love, Confidence in prayer came the idol of the heart. Music: khial sha3er Art Pictures: Basoeki Abdullah Source Poums: websitekatacinta.blogspot.com | |
| Re-Upload from YouTube | |
| Pioneered by one of the founders of Kompas Gramedia group, PK Ojong, now has collected a number of objects of art including paintings. Day by day, the numbers continue to increase up to 600 paintings. In this exhibition will show the development of Indonesian art from 1940 to 1960 period. This period represents the third generation is the generation that its appearance accompanied by reflux landscape painters of the Dutch colonial period that appeared long ago with the appearance of painter Raden Saleh as the first generation. Culture Collection of bertarikh Bentara this era represented topnotch painters such as Affandi, Soedibio, Sudarso, S Sudjojono, Gambiranom. In addition they also displayed the works Subanto, RJ Katamsi, Sudjono Abdullah, Hendro Djasmoro, Harijadi S, Agus Djaya, Hendra Gunawan, Trubus Sudarsono, Basuki Resobowo, Basoeki Abdullah, and still some more. Januari 20 2011 BENTARA BUDAYA JAKARTA | |
| Re-Upload from YouTube | |
| BB JKT akan mengadakan Pameran Koleksi Bentara Budaya dengan tema : Seni Lukis Indonesia Periode 1940-1960 ...Tanggal : 20 -- 30 Januari 2011 pukul 10.00 -- 18.00 wib Dirintis oleh salah satu pendiri kelompok Kompas Gramedia, PK Ojong, kini telah dikoleksi sejumlah benda seni termasuk juga lukisan. Kian hari, jumlahnya terus bertambah hingga 600 lukisan. Dalam pameran kali ini akan ditampilkan perkembangan seni lukis Indonesia periode 1940-1960. Periode ini merupakan generasi ketiga yaitu generasi yang kemunculannya dibarengi dengan surutnya pelukis-pelukis pemandangan masa kolonial Belanda yang muncul berselang lama dengan tampilnya pelukis Raden Saleh sebagai generasi pertama. Koleksi Bentara Budaya yang bertarikh era ini diwakili pelukis-pelukis jempolan seperti Affandi, Soedibio, Sudarso, S Sudjojono, Gambiranom. Selain mereka juga ditampilkan karya-karya Subanto, RJ Katamsi, Sudjono Abdullah, Hendro Djasmoro, Harijadi S, Agus Djaya, Hendra Gunawan, Trubus Sudarsono, Basuki Resobowo, Basoeki Abdullah, dan masih beberapa lagi. Video Title: Pameran Seni Lukis Indonesia Periode 1940-1960 part II.3gp. Length: 7:03:59. View: 1414 |
Gambar Flickr
Berikut ini 10 gambar dari Flickr yang terkait dengan istilah basoeki abdullah:
Postingan Blog di Wordpress
Berikut ini daftar postingan blog di Wordpress yang berkategori/tag basoeki abdullah:




















